Cemburu memang bukanlah berarti cinta, tapi di dalam cinta ada sedikit kecemburuan. Rela tidak selalu cinta, tapi di dalam cinta pasti ada kerelaan dan keikhlasan. Tidak semua tegar merupakan cinta, tapi di dalam cinta selalu ada ketegaran hati. Mengalah juga bukan cinta, tapi di dalam cinta terkadang kita memang harus kalah. Dan benci bukanlah cinta, tapi di dalam cinta juga pasti tersempil kebencian.
Benci melihatnya hancur, benci melihatnya terluka, benci melihatnya menangis, benci melihatnya pergi.
Tapi bagaimana ketika seseorang yang dicintai itu tidak pergi justru membuatnya hancur, terluka, dan menangis? Manakah yang lebih kau benci? Benci ketika ia bahagia tapi ia tak ada lagi di dekatmu? Atau tetap bisa kau dekap erat terus sampai ia hancur? Atau bahkan kau akan membenci dirimu sendiri karenanya? Mana yang lebih akan kau benci?
Jika ku beri pertanyaan: bisakah kau tersenyum ketika dia bahagia tanpamu? Masih mungkin. Setidaknya masih ada satu pihak bahagia. Tapi jika pertanyaannya: bisakah kau tersenyum ketika dia di dekatmu bahkan bisa kau peluk, tapi dia tak benar-benar disampingmu? Pikirannya jauh melayang kesana kemari dan perlahan hilang terbawa angin. Tak ada satupun dari kalian yang bahagia. Apa yang bisa kau banggakan hanya dari raga tanpa hati dan kayalan yang entah tersesat dimana? Apa iya harus semua menanggung sakit? Setidaknya di pilihan pertama mupun pilihan kedua kau sama-sama sakit.
Ya, mungkin memang harus aku akui klise ini.
Cinta memang tak selalu bahagia, tapi cinta selalu ingin melihat orang yang benar-benar dicintainya bahagia.
Emmm... iya kan?
.
Everything is upside down
Rabu, 02 Januari 2013
Jumat, 13 Juli 2012
catatan yang tertunda
tadi pagi, entah jam berapa tepatnya. aku menemukan buntalan kertas didalam tas yg biasa ku pakai ke sekolah lamaku. di kantong kecil samping yg biasa kujadikan tempat bungkus permen. kubuka kertas putih itu. selembar sobekan buku yg sudah lecek. tanpa tercantum hari, tanggal, bulan, tahun. dan ini yg tertulis:
"ku pejamkan mata. yg terbayang... surga. berdiri diatas bukit hijau ditemani sinar mentari yg tidak terik; suara burung-burung *entah apa namanya* bernyanyi bergantian; suara aliran air yg sedikit deras di sungai sebelah kiriku; semerbak bau tanah, rumput liar, bunga liar yg ku pijak; dengan segala perlengkapan-perlengkapan pemandangan indah. indahnya ciptaan Tuhan. dan kau... kau menunggu dibawah sana. dibawah bukit ini. dan aku yakin yg kau tunggu hanya satu, satu dan satu satunya, aku. kau duduk bersila di rumput-rumput hijau nan basah karena embun, membelakangi bukit dimana aku berdiri. aku tersenyum menemukan punggung itu di hadapanku. ku ambil satu langkah, dua langkah, tiga dan seterusnya hingga akhirnya aku berlari. pohon-pohon di setiap samping kanan kiriku terus menggerakkan dedaunannya seperti menyemangatiku dan berkata "ayo temui dia". dan seketika keraguanku hilang atas kenangan pahit yg dulu pernah aku lalui denganmu. inilah kamu. gak akan pergi lagi. dan gak akan meninggalkanku lagi. dan gak akan pernah kubiarkan pergi lagi. dan pasti gak akan pernah kurelakan untuk pergi lagi. satu langkah lagi. dan... kupeluk penggung yg sangat kurindukan itu. kita terjatuh bersama. lalu terdengarlah gelak tawa dua sejoli yg dimabuk cinta. kupandang kedua matamu itu, kau pun melakukan hal yg sama. kita berebah beralaskan rumput. aku tertidur di lenganmu, dan kau mengecup keningku. haaaah, betapa indah hidup disini. bahagia. bahagia saat mencintaimu juga dicintaimu. hidup tak akan bisa lebih sempurna dari ini. aku sangat sangat bersyukur takdir membuatku jatuh cinta padamu.
dan kini aku terbangun..."
Selasa, 05 Juni 2012
janji yg melayang sia-sia
(hanya kutipan. murni bukan buatanku ;))
pada suatu masa, pada sebuah musim yg berangin, seekor larva mendapati dirinya telah menjadi seekor kupu-kupu, disibaknya kelambu serat-serat kepompongnya, hendak dikepakkannya sayap untuk menerbangkan diri. tak disangka pada saat yg sama, terpaan angin mendadak menghempaskannya. terjatuhlah kepompong itu berikut sebatang dahan menimpanya, meretakkan sayap kupu-kupunya yg bahkan belum sempat mengembang. patahlah kedua belah sayap itu, rangka tulangnya yg ringkih saling terlepaskan. lembar sayap aneka warna serupa tenunan, menyerpih bertebaran. beberapa diantaranya melayang berupa bubuk halus serupa partikel debu. debu yg memendarkan dispresi warna cahaya. larva yg malang. semestinya dia telah menjelma sebagai kupu-kupu, tetapi tanpa sayap bisakah dikatakan dia sebagai kupu-kupu? adakah kupu-kupu yg tak bersayap? dia kini bukan pula seekor ulat, yg memiliki keahlian menelusuri ranting. jadi sebagai apakah dia kini? mungkinkah dia seekor kupu-kupu tak bersayap?
lalu diingatnya janjinya pada suatu ketika. saat dirinya sebagai ulat, dia memberikan sebuah janji pada serumpun bunga.
"izinkanlah ku makan daun-daunmu, untuk bekal bertapaku pada proses metamorfosis" kata ulat itu memohon belas kasihan.
"jangan. runcing gigi-gigimu akan menyakitiku" tolak rumpun bunga. "lagi pula, kalau aku tak berdaun, dengan apa akan kutadah cahaya matahari untuk proses sintesa pertumbuhanku? bagaimana pula batangku pohonku akan bernapas tanpa daun-daunku?"
"tapi, tanpa daun-daunmu, tak akan aku bisa menjelma kupu-kupu." lagi, ulat memohon dengan sangat.
rumpun bunga menggeleng-geleng, hendak dihempaskannya ulat yg mencengkram batang dahannya.
"jangan mengusirku" kembali ulat memohon. "inilah janjiku, saat menjelma sebagai kupu-kupu nanti, akan kulakukan proses penyerbukan untukmu. maka putik-putik tak akan melayu gugur sia-sia, melainkan menjadi buah-buah yg berguna."
"sungguhkah janjimu itu?"
"ya, peganglah janji yg sungguh ini."
maka meski dengan menangis, daun-daun itu merelakan helai-helai dirinya dikunyah runcing gigi-gigi ulat itu. demi berbuah putik-putik bunga yg dimilikinya.
begitulah janji itu dibuat. sesuatu telah dikorbankan demi memperoleh sesuatu yg lain. helai dedaunan dengan segala luka yg pedih merelakan dirinya tercabik terkunyah gigi ulat. sehingga kenyanglah ulat itu, memiliki bekal yg cukup untuk menjalani tidur panjangnya menunggu sepasang sayap tertenun baginya.
sepasang sayap yg akan memnerbangkannya dari satu bunga pada kelopak yg lain demi memenuhi janjinya menunaikan tugas sebagai perantara penyerbukan bagi tumbuhan yg tak mampu melakukan penyerbukannya sendiri. dia telah mengikat janji pada ranting-ranting tumbuhan dimana dia menjadi.
namun apakah dirinya kini? dengan cara apaakan ditunaikannya janji melakukan penyerbukan itu? bahkan kini tak lagi dimilikinya kaki, apalagi sayap untuk menerbangkan dirinya sendiri. maka janji itu melayang sia-sia, serupa gugur daun yg kemudian meranggas menjadi sampah.
pada suatu masa, pada sebuah musim yg berangin, seekor larva mendapati dirinya telah menjadi seekor kupu-kupu, disibaknya kelambu serat-serat kepompongnya, hendak dikepakkannya sayap untuk menerbangkan diri. tak disangka pada saat yg sama, terpaan angin mendadak menghempaskannya. terjatuhlah kepompong itu berikut sebatang dahan menimpanya, meretakkan sayap kupu-kupunya yg bahkan belum sempat mengembang. patahlah kedua belah sayap itu, rangka tulangnya yg ringkih saling terlepaskan. lembar sayap aneka warna serupa tenunan, menyerpih bertebaran. beberapa diantaranya melayang berupa bubuk halus serupa partikel debu. debu yg memendarkan dispresi warna cahaya. larva yg malang. semestinya dia telah menjelma sebagai kupu-kupu, tetapi tanpa sayap bisakah dikatakan dia sebagai kupu-kupu? adakah kupu-kupu yg tak bersayap? dia kini bukan pula seekor ulat, yg memiliki keahlian menelusuri ranting. jadi sebagai apakah dia kini? mungkinkah dia seekor kupu-kupu tak bersayap?
lalu diingatnya janjinya pada suatu ketika. saat dirinya sebagai ulat, dia memberikan sebuah janji pada serumpun bunga.
"izinkanlah ku makan daun-daunmu, untuk bekal bertapaku pada proses metamorfosis" kata ulat itu memohon belas kasihan.
"jangan. runcing gigi-gigimu akan menyakitiku" tolak rumpun bunga. "lagi pula, kalau aku tak berdaun, dengan apa akan kutadah cahaya matahari untuk proses sintesa pertumbuhanku? bagaimana pula batangku pohonku akan bernapas tanpa daun-daunku?"
"tapi, tanpa daun-daunmu, tak akan aku bisa menjelma kupu-kupu." lagi, ulat memohon dengan sangat.
rumpun bunga menggeleng-geleng, hendak dihempaskannya ulat yg mencengkram batang dahannya.
"jangan mengusirku" kembali ulat memohon. "inilah janjiku, saat menjelma sebagai kupu-kupu nanti, akan kulakukan proses penyerbukan untukmu. maka putik-putik tak akan melayu gugur sia-sia, melainkan menjadi buah-buah yg berguna."
"sungguhkah janjimu itu?"
"ya, peganglah janji yg sungguh ini."
maka meski dengan menangis, daun-daun itu merelakan helai-helai dirinya dikunyah runcing gigi-gigi ulat itu. demi berbuah putik-putik bunga yg dimilikinya.
begitulah janji itu dibuat. sesuatu telah dikorbankan demi memperoleh sesuatu yg lain. helai dedaunan dengan segala luka yg pedih merelakan dirinya tercabik terkunyah gigi ulat. sehingga kenyanglah ulat itu, memiliki bekal yg cukup untuk menjalani tidur panjangnya menunggu sepasang sayap tertenun baginya.
sepasang sayap yg akan memnerbangkannya dari satu bunga pada kelopak yg lain demi memenuhi janjinya menunaikan tugas sebagai perantara penyerbukan bagi tumbuhan yg tak mampu melakukan penyerbukannya sendiri. dia telah mengikat janji pada ranting-ranting tumbuhan dimana dia menjadi.
namun apakah dirinya kini? dengan cara apaakan ditunaikannya janji melakukan penyerbukan itu? bahkan kini tak lagi dimilikinya kaki, apalagi sayap untuk menerbangkan dirinya sendiri. maka janji itu melayang sia-sia, serupa gugur daun yg kemudian meranggas menjadi sampah.
dikutip dari "memilikimu"
a novel by Sanie B. Kuncoro
Sabtu, 10 Desember 2011
ulat bersayap
aku nggak suka kupu kupu
tubuhnya yg menjijikkan
mereka berasal dari ulat
terus apa bedanya dengan ulat?
nggak beda jauh
mereka tetap saja ulat
tapi yg aku heran
kenapa orang-orang banyak jijik sama ulat tapi suka sama kupu kupu?
cuma ulat bersayap
apa sih spesialnya?
apa sih lucunya?
apa indahnya?
tapi tanpa sadar
kita sama seperti ulat dan kupu kupu
ulat tanpa sayap dan ulat bersayap
kupu kupu tanpa sayap dan kupu kupu sempurna
ulat yg sudah melewati masa kepompong
akan disempurnakan oleh sayapnya
hingga orang-orang melupakan tubuh menjijikkannya
pandangan hanya tersita pada sayapnya
ulat yg sudah melewati masa sulit
akan disempurnakan oleh keindahannya
hingga orang-orang melupakannya keburukannya
semuanya terkesima pada keindahannya
keindahan yg menutupi keburukannya
ulat yg mati sebelum mendapatkan sayapnya
orang-orang hanya akan membuangnya
bahkan dilupakan begitu saja
tak peduli sebenarnya ia juga bisa bersayap
ulat yg menyerah sebelum mendapatkan keindahannya
orang-orang hanya akan membuangnya, dilupakan
tak peduli sebenarnya ia juga bisa berubah indah
keindahan yg tertunda karena menyerah pada keburukan
semua orang memiliki keindahan dan keburukannya
hanya saja perbedaannya
ada yg mau berusaha agar mendapatkan keindahannya
ada yg hanya berdiam menerima keburukannya
aku?
aku hanya ulat yang sedang menuju kupu-kupu
tapi nggak akan pernah menyerah mendapatkan sayapku :D
tubuhnya yg menjijikkan
mereka berasal dari ulat
terus apa bedanya dengan ulat?
nggak beda jauh
mereka tetap saja ulat
tapi yg aku heran
kenapa orang-orang banyak jijik sama ulat tapi suka sama kupu kupu?
cuma ulat bersayap
apa sih spesialnya?
apa sih lucunya?
apa indahnya?
tapi tanpa sadar
kita sama seperti ulat dan kupu kupu
ulat tanpa sayap dan ulat bersayap
kupu kupu tanpa sayap dan kupu kupu sempurna
ulat yg sudah melewati masa kepompong
akan disempurnakan oleh sayapnya
hingga orang-orang melupakan tubuh menjijikkannya
pandangan hanya tersita pada sayapnya
ulat yg sudah melewati masa sulit
akan disempurnakan oleh keindahannya
hingga orang-orang melupakannya keburukannya
semuanya terkesima pada keindahannya
keindahan yg menutupi keburukannya
ulat yg mati sebelum mendapatkan sayapnya
orang-orang hanya akan membuangnya
bahkan dilupakan begitu saja
tak peduli sebenarnya ia juga bisa bersayap
ulat yg menyerah sebelum mendapatkan keindahannya
orang-orang hanya akan membuangnya, dilupakan
tak peduli sebenarnya ia juga bisa berubah indah
keindahan yg tertunda karena menyerah pada keburukan
semua orang memiliki keindahan dan keburukannya
hanya saja perbedaannya
ada yg mau berusaha agar mendapatkan keindahannya
ada yg hanya berdiam menerima keburukannya
aku?
aku hanya ulat yang sedang menuju kupu-kupu
tapi nggak akan pernah menyerah mendapatkan sayapku :D
Sabtu, 05 November 2011
papa :*
papa di mataku...
sesosok laki laki yg aku banggakan, aku panuti, aku sayangi
sesosok laki laki yg sangat mencintaiku, menyayangiku, mengerti aku sepenuhnya
sesosok laki laki yg selalu bersikap dewasa
sesosok laki laki yg selalu berdiri tegap, kuat dan tegar, selalu siap menjagaku
sesosok laki laki yg tegas yg selalu taat pada Yang Maha Kuasa, selalu mengingatkanku beribadah, selalu bisa membimbingku ke jalan yg lurus
sesosok laki laki yg lembut yg mampu menghiburku dikala sedih, mampu menyembuhkan segala sakitku
sesosok laki laki yg bertanggung jawab atas aku, memberikanku kehidupan yg layak seperti anak anak lain, mengorbankan segalanya untukku
sesosok laki laki yg selalu membelaku dan memarahiku di saat saat yg benar
sesosok laki laki sebagai tameng pelindungku
sesosok laki laki yg takkan pernah tergantikan laki laki manapun di dunia ini
sesosok laki laki yg sangat berarti
sesosok laki laki yg aku takut kehilangannya
sesosok papa...
bermilyar-milyar lebih berarti dibandingkan rentetan huruf P-A-P-A
salam manis dan kecup sayang dari putrimu ini :*
sesosok laki laki yg aku banggakan, aku panuti, aku sayangi
sesosok laki laki yg sangat mencintaiku, menyayangiku, mengerti aku sepenuhnya
sesosok laki laki yg selalu bersikap dewasa
sesosok laki laki yg selalu berdiri tegap, kuat dan tegar, selalu siap menjagaku
sesosok laki laki yg tegas yg selalu taat pada Yang Maha Kuasa, selalu mengingatkanku beribadah, selalu bisa membimbingku ke jalan yg lurus
sesosok laki laki yg lembut yg mampu menghiburku dikala sedih, mampu menyembuhkan segala sakitku
sesosok laki laki yg bertanggung jawab atas aku, memberikanku kehidupan yg layak seperti anak anak lain, mengorbankan segalanya untukku
sesosok laki laki yg selalu membelaku dan memarahiku di saat saat yg benar
sesosok laki laki sebagai tameng pelindungku
sesosok laki laki yg takkan pernah tergantikan laki laki manapun di dunia ini
sesosok laki laki yg sangat berarti
sesosok laki laki yg aku takut kehilangannya
sesosok papa...
bermilyar-milyar lebih berarti dibandingkan rentetan huruf P-A-P-A
salam manis dan kecup sayang dari putrimu ini :*
Langganan:
Postingan (Atom)
