pernahkah kau merasa tak diinginkan?
menjadi satu yang terabaikan
dan kau hanyalah segumpal tisu bekas yang terbuang di pinggir jalan
tak ada yang menyadari
tak ada yang memperhatikan
pernahkah kau merasa tak rupawan?
tak sepasang mata-pun sudi memandang
dan kau hanyalah seonggok daging beku berlalat
tak ada yang menginginkan
hanya ingin untuk segera dibuang
mengertikah kau sekarang
ketika ku berkata "aku memang tak pantas"?
bukannya bertekuk lutut pada pesimisme
bukan pula sok realis menerima kepahitan
tapi lihatlah
betapa luar biasa indah makhluk di seberang sana itu
manis dengan segala komposisi wajah dan tubuhnya
cantik dengan segala kesucian dan kebesaran hatinya
anggun dengan segala tingkah laku dan tutur katanya
kuat dengan segala kepercayaan diri dalam keberaniannya
bak bidadari sempurna turun dari taman firdaus yang kehilangan sayapnya untuk kembali
dan aku?
.
Everything is upside down
Sabtu, 09 Februari 2013
Rabu, 06 Februari 2013
bernyanyi dalam sunyi berdansa dengan asa
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
ku tuju tempat tak terjangkau dari sini
larungkan sketsa dongeng tak terselesaikan
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
menggiring kepergian rasa tak terpahami
alam mengalunkan kesenduannya
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
kertas-kertas gambaran di belakang memburu
yang ku ingat itu hanyalah fatamorgana dalam ingatan
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
perlahan sesuatu menyesak dalam paru paru
rupanya udara tak lagi menarik baginya
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
seketika melodi mengetuk batin
seketika dentum membuka rasa
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
ku ingin terus bernyanyi
ku ingin terus berdansa
meski tak ku butuh diksi
tidak pula ku butuh nada
dengan butir butir yang masih disini
dengan butir butir yang telah tersedia
ku tetap bernyanyi dalam sunyi
ku tetap berdansa dengan asa
berdansa dengan asa
ku tuju tempat tak terjangkau dari sini
larungkan sketsa dongeng tak terselesaikan
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
menggiring kepergian rasa tak terpahami
alam mengalunkan kesenduannya
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
kertas-kertas gambaran di belakang memburu
yang ku ingat itu hanyalah fatamorgana dalam ingatan
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
perlahan sesuatu menyesak dalam paru paru
rupanya udara tak lagi menarik baginya
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
seketika melodi mengetuk batin
seketika dentum membuka rasa
bernyanyi dalam sunyi
berdansa dengan asa
ku ingin terus bernyanyi
ku ingin terus berdansa
meski tak ku butuh diksi
tidak pula ku butuh nada
dengan butir butir yang masih disini
dengan butir butir yang telah tersedia
ku tetap bernyanyi dalam sunyi
ku tetap berdansa dengan asa
Langganan:
Komentar (Atom)